Kamis, 08 Desember 2011

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans L. Foir) DENGAN PUPUK WILL FARR

Jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah serta meningkatnya kesadaran akan kebutuhan gizi menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran pada umumnya dan kangkung pada khususnya. Maka untuk memenuhi permintaan yang tinggi tersebut perlu adanya budidaya kangkung (Ipomoea reptans L. Foir) (" Pupuk Will Farr merupakan pupuk yang berbentuk cairan yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas hasil panen, menyuburkan tanah dengan cepat dan aman, membunuh bakteri yang merugikan, memperbanyak daun, dan mempercepat proses terjadinya pengomposan, disamping itu pupuk Will Farr tidak merusak struktur tanah, karena pupuk Will Farr terbuat dari 8 bakteri yang mempunyai fungsi berbeda-beda dan sangat cocok di butuhkan untuk tanaman kangkung, oleh sebab itu pupuk Will Farr bisa di jadikan pupuk alternatif sebagai pengganti pupuk kimia (Agung, 2006).
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans L. Foir) DENGAN PUPUK WILL FARR
BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang
Pengembangan komoditas sayuran di Indonesia dapat di arahkan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan petani, mengurangi impor dan menaikkan ekspor, serta memperbaiki gizi masyarakat. Dukungan bagi pengembangan aneka jenis tanaman sayuran sangat besar karena Indonesia mempunyai sumber daya yang potensial (H. Rahmat Rukmana, 2005)
Macam-macam sayuran yang dapat dibudidayakan termasuk tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir). Kangkung selain memiliki vitamin dan zat gizi bagi kesehatan, kangkung juga berkasiat sebagai antiracun dan bisa mengobati berbagai gangguan kesehatan, bahkan kangkung ini tidak hanya dikonsumsi di Indonesia saja tetapi di daerah Malaysia, Afrika, Cina, Eropa. Kangkung ini sangat di gemari bahkan di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke Papua merupakan makanan sehari-hari. Apalagi cara pembudidayaan kangkung ini tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mengeluarkan biaya yang sangat banyak
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengambil judul penelitian "PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans L. Foir) DENGAN PUPUK WILL FARR"http://id.wikipedia.org/wiki/Kangkung", 17:55 WIB). Sehingga untuk meningkatkan produktivitas tanaman kangkung maka perlu adanya pemberian pupuk yang dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas panen, melihat akan kebutuhan tersebut pupuk Will Farr sangat cocok digunakan dalam meningkatkan produktivitas tanaman kangkung.http://id.wikipedia.org/wiki/Kangkung)http://id.wikipedia.org/wiki/Kangkung).kompos) dan air diperlukan agar tanaman ini dapat tumbuh dengan subur. Dalam penanaman kering, kangkung ditanam pada jarak 5 inci pada batas dan ditunjang dengan kayu sangga. Kangkung dapat ditanam dari biji benih atau keratan akar. Daun kangkung dapat dipanen setelah 6 minggu kangkung ditanam (http://id.wikipedia.org/wiki/Kangkung).

Zat Gizi

Kadar Kandungan Zat
Kalori
Protein
Karbohidrat
Lemak
Kalsium
Fosfor
Zat Besi
Vitamin A
Vitamin B
Vitamin C
Air

29.0 gram
3.0 gram
5.4 gram
0.3 gram
73.0 mg
50.0 mg
25 mg
6.300.0 SI
0.07 mg
32.0 mg
89.7 gram

http://id.wikipedia.org/wiki/HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/pupuk"pupuk).

SK

db

JK

KT

F hitung

F tabel

5%

1%

Perlakuan

(n - 1)

JKP





Galad percobaan

t(n-1)

JK galat

1




total

(tn-1)

JK Total








Membandingkan F hitung dengan F tabel dengan ketentuan sebagai berikut :
F hitung ≤ F table = Tidak ada perbedaan.
F hitung ≥ F table = Ada perbedaan.
Keterangan :
SK : Sumber keterangan.
db : Derajat bebas.
JK : Jumlah kuadrat.
KT : Kuadrat tengah.
t : Jumlah perlakuan.
p ; Jumlah perlakuan percobaan.
n : Jumlah ulangan.
Beda nyata terkecil (BNT)
Rumus BNT adalah : BNT (α) = (t.α/2 db galad) ×
Keterangan :
t : Titik krisis selebaran (t di cari pada tabel)
n : Ulangan.
α : Tingkat kesalahan percobaan 5% (0.05) 
 

Sumber : (H. Rahmad Rukmana 2005)


Pengaruh Pemupukan Lewat Penyemprotan Pada Daun Tanaman Kagkung
Pupuk adalah bahan yang di tambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan unsur-unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman. Pengolongan pupuk umumnya di dasarkan pada bahan yang di gunakan, cara aplikasi bentuk, dan kandungan unsur haranya. Berdasarkan bentuknya pupuk di bagi menjadi dua yaitu pupuk cair dan padat. Pupuk cair adalah larutan mudah larut berisi satu atau lebih pembawa unsure yang di butuhkan tanaman. Kelebihan dari pupuk cair adalah dapat memberikan hara sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari pupuk organik atau mahluk hidup yang telah mati. Bahan oranik ini akan mengalami pembusukan oleh mikroorganisme sehingga sifat fisiknya akan berbeda dari semula. Pupuk organik termasuk pupuk majemuk lengkap karena kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur dan mengandung unsur mikro (Sukamto Hadisuwito, 2007).
Cara pemberian pupuk akan lebih efektif apabila melalui penyemprotan pada daun. Pemupukan lewat daun penyerapan hara yang lewat akar. Tanaman lebih cepat menumbuhkan tunas dan tanah tidak rusak (Sukamto Hadisuwito, 2007).
Pemberian pupuk lewat daun memang sangat efektif untuk unsur mikro yang biasanya tidak di berikan lewat tanah. Unsur hara terlarut dalam air, oleh karena itu tanaman tidak hanya menyerap air akan tetapi sekaligus zat-zat yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini penyerapn hara lewat daun lebih cepat (H. Rahmad Rukmana, 2005). Bagian lain dari tanaman seperti daun dan akar juga dapat menyerap unsur hara yang diberikan pada bagian tanaman (Agung, 2006).
Pupuk Will Farr
Pupuk Will Farr merupakan pupuk berbentuk cairan yang berfungsi untuk memperbaiki struktur (mikro dan makro), mempercepat terjadinya proses pengomposan, membunuh bakteri yang merugikan dan menyuburkan tanah dengan cepat (Agung, 2006). Pupuk ini terbuat dari percampuran berbagai bakteri yang tidak mengandung unsur kimia. Diatara komposisi pupuk Will Farr yaitu, Lactobacillus, Yeast Group, Strepomyces, Nitrifying Bacteria, Photosynthetig Bacteria, Nitrogen Ficing Bacteria, Phosphoric Acid Releasing, Growth Factora Producing Bacteria.
Pupuk cair ini merupakan pupuk organik yang mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman dalam pertumbuhannya sehingga tanaman cepat tumbuh subur. Pada akhirnya hasil yang akan didapatkan lebih baik secara kualitas dan kuantitas. Pupuk ini berasal dari Tailand (Agung, 2006).
Pupuk pelengkap cair yang umumnya dipakai merupakan pupuk majemuk artinya dalam satu ramuan pokok ini sekaligus terdapat unsur makro dan unsur mikro. Unsur hara makro yang sangat di butuhkan oleh tanaman dalam pertumbuhan. Demikian juga mikro, unsur mikro meliputi B, Mo, Ce, Zn, Cu, Fe dan Mn di butuhkan sangat kecil tetapi sangat esensial bagi tanaman. Tiga unsur pertama merupakan unsur bukan logam (B, Mo, Ce). Empat unsur berikutnya merupakan unsur logam (Zn, Cu, Fe dan Mn) perlunya pemupukan dengan unsur mikro makin terasa penting karena pengunaan pupuk ini telah lebih banyak menunjukkan respon bagi tanaman secara berarti (

Pupuk Will Farr merupakan pupuk buatan. Cara pemakainnya adalah dengan penyemprotan pada daun tanaman selama 4 priode, yaitu ketika tanaman kangkung berumur 15, 23, 31, dan 39. Ketika penyemprotan dilakukan tanah harus dalam keadaan basah karena hal ini dapat menyebabkan komposisi bakteri yang ada dalam pupuk tersebut akan bekerja lebih efektif sesuai dengan fungsi yang ada (Agung, 2006).

Ada satu kelebihan dan satu keuntungan pemupukan lewat daun yaitu penyerapan zat hara yang di berikan lewat daun tanaman lebih cepat meningkatkan jumlah tunas dan tanah tidak mudah rusak oleh sebab itu pemupukan lewat daun di pandang lebih efektif atau lebih berhasil (Agung, 2006). Hal ini yang dapat menyebabkan pupuk will farr sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman kangkung sesuai dengan manfaat pupuk tersebut yaitu dapat memperkuat akar dan batang, dapat meningkatkan hasil panen hingga 40% dan kualitas panen, meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit, memperkuat jaringan akar, batang dan mempercepat pertumbuhan.

Pengaruh Pupuk Will Farr Terhadap Produktivitas Tanaman Kangkung

Cara Penggunaan Pupuk Will Farr
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN



Tempat dan Waktu Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Populasi dan Sampel
Populasi
Pendekatan Metodologi
Pendekatan ini menggunakan pendekatan eksperimen dimana peneliti menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dimana :
KO penyemprotan tanpa pupuk Will Farr.
K1 penyemprotan dengan kosentrasi 40 ml Will Farr/ 500 ml air.
K2 penyemprotan dengan kosentrasi 50 ml Will Farr/ 500 ml air.
K3 penyemprotan dengan kosentrasi 60 ml Will Farr/ 500 ml air.
K4 penyemprotan dengan kosentrasi 70 ml Will Farr/ 500 ml air.
Dan masing-masing diulang 4 kali ulangan. Adapun rancangan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan disain percobaan.
Tabel 3.2

 
 
 
 
 
Keterangan : A = Nomer pot
X = Label eksperimen
b = Banyak kosentrasi dalam ml
c = Ulangan
Alat dan Bahan Percobaan
Alat Percobaan
Bahan Percobaan
Biji tanaman kangkung.
Pupuk Will Farr.
Tanah.
Air.
Prosedur Penelitian
Tahapan Persiapan
Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan adalah dengan analisis varian dan uji BNT adapun langkah-langkah sebagai berikut :
Memasukkan hasil pengamatan kedalam table.
Menghitung faktor koreksi
Dimana :
n = Ulangan.
p = Perlakuan
Menghitung jumlah kuadrat total (JKtotal)
Menghitung jumlah perlakuan
Menghitung jumlah galad percobaan
Menghitung kuadrat tengah perlakuan
Menghitung kuadrat tengah galad
Menghitung F hitung
F hitung
Memasukkan Hasil Perhitungan
Yaitu persiapan tentang hal-hal untuk kelancaran jalannya penelitian, di antaranya sebagai berikut :
Menentukan tempat penelitian.
Mempersiapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian.
Pemilihan benih.
Benih yang digunakan dalam penelitian ini diupayakan memiliki sifat yang sama. Oleh karena itu di lakukan pemilihan benih yang sama baik kualitas maupun kuantitas dengan populasi sebanyak 200 benih biji tanaman kangkung yang telah di semaikan dan di ambil 20 biji tanaman kangkung yang di jadikan sampel.
Penelitian atau Pembibitan Tanaman Kangkung.
Sebelum tanaman dalam polybag biji disemaikan di tempat ember plastik dengan media tanah. Ketebalan tanah 5 cm dari dasar wadah penyemaian selama 10 hari.
Pemberian Label
Yaitu dalam percobaan ini adalah 20 polybag dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan untuk memudahkan dalam pengamatan pengambilan data.
Pembuatan Media.
Media yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tanah dengan pupuk kandang dan sedikit air biar tidak mengalami kekeringan. Sebelum di masukkan kedalam polybag dengan masing-masing 2 kg.
Tahapan Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan dalam penelitian ini terdiri dari hal-hal sebagai berikut :
Penanaman Benih (Biji) Kangkung.
Setelah bibit berumur kira-kira berumur 10 hari sejak benih di semaikan. Kemudian di pindahkan kedalam polybag yang telah diisi dengan media tanam tanah, pemidahan bibit di lakukan dengan pencabutan. Sebelum pencabutan dilakukan sebaiknya di siram terlebih dahulu dengan air agar pencabutan berjalan lancar dan tidak merusak akar atau batang tanaman.
Pemeliharaan
Pengairan dalam Penelitian ini Adalah Penyiraman
Penyiraman dilakukan secara continue dengan dua kali penyiraman pagi dan sore. Karena faktor air menjadi amat penting untuk menunjang keberhasilan.
Pemupukan
Pemupukan ini dilakukan dengan cara penyemprotan lewat daun, selama 4 priode yaitu tanaman kangkung berumur 15, 23, 31, 39 hari. Ketika penyemprotan di lakukan tanah dalam keadaan basah.
Observasi atau Pelaksanaan Penelitian
Observasi yang di lakukan dengan berpedoman pada parameter yang perlu diamatai. Observasi pada umur tertentu dengan langkah pengamatan. Hal-hal yang perlu di observasi adalah sebagai berikut :
Jumlah Daun.
Jumlah daun dari tanaman kangkung di hitung dari banyak daun sejati yang terdapat pada setiap tanaman.
Panjang Batang.
Pengukuran tinggi batang di laukukan mulai dari pangkal batang sampai pada pucuk batang. Pengamatan ini di lakukan pada tanaman kangkung berumur 17, 25, 33, dan 41 hari setelah tanam.
Peningkatan Produktivitas tanaman
Peningkatan produktivitas dilihat dari hasil panen dengan cara membandingkan antara menggunakan pupuk Will Farr dan tidak menggunakan pupuk Will Farr.
Polybag.
Alat semprot 500 ml.
Kamera.
Note book.
Kertas label.
Pengaris.
Alat tulis.
Skop.
Timbangan.
Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak kurang lebih 200 biji tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir) yang telah di semaikan.
Sampel
Sampel dari penelitian ini sebanyak 20 biji tanaman kangkung. Dengan perlakuan tiap pot berisi masing-masing 2 biji tanaman kangkung. Dengan rumus bilangan sebagai berikut :
t(n - 1) ≥ 15
5(n - 1) ≥ 15
5n – 5 ≥ 15
5n ≥ 15 + 5
5n ≥ 20
n ≥ 20 / 5
n ≥ 4
keterangan n : banyak ulangan
t : banyaknya perlakuan
15 : angka ketetapan
Jenis Data
Dalam penelitian ini menggunakan data berwujud angka dan sifatnya kuantitatif. Yakni diambil dari hasil pengukuran masing-masing parameter yang meliputi :
Jumlah daun.
Panjang batang.
Produktivitas tanaman kangkung.
Sumber Data
Dalam penelitian data yang didapatkan adalah dari hasil eksperimen tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir) dengan pengamatan secara langsung.
Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Cendoro Kecamatan Palang Kabupaten Tuban.
Waktu Penelitian
Penelitian ini dimulai pada tanggal 1 Mei sampai 10 Juni 2009.

Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas penulis membatasi masalah sebagai berikut :


Penelitian ini hanya di lakukan pada tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir).
Pemupukan atau penyemprotan ini menggunakan pupuk Will Farr.
Kosentrasi pupuk yang digunakan adalah sebagai berikut :
0 ml Will Farr / 500 ml air.
40 ml Will Farr / 500 ml air.
50 ml Will Farr / 500 ml air.
60 ml Will Farr / 500 ml air.
70 ml Will Farr / 500 ml air.
Media yang digunakan adalah tanah aluvial yang ada dalam pot.
Parameter yang digunkan dalam penelitian ini adalah jumlah daun, panjang batang, produktivitas.
Pertumbuhan dengan batas umur 42 hari.
Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut:


Adakah pengaruh pemberian pupuk Will Farr tehadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir)?
Berapakah kosentrasi pemberian pupuk Will Farr yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir)?
Apakah pupuk Will Farr berpengaruh terhadap produktivitas tanaman kangkung?
Tujuan Penelitan
Manfaat Penelitian
Asumsi dan Hipotesis Penelitian
Asumsi
Spesifikasi Variabel
Variabel Kontrol
Variabel yang mempengaruhi disamakan variabelnya.
Jenis biji
Penyiraman atau pengairan.
Ukuran polybag.
Tanah yang digunakan.
Waktu pemupukan atau penyemprotan.
Variabel Eksperimen.
Dalam penelitian ini varaiabel eksperimennya adalah kosentrasi pemberian pupuk Will Farr pada tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir).
KO penyemprotan tanpa pupuk Will Farr.
K1 penyemprotan dengan kosentrasi 40 ml Will Farr/ 500 ml air.
K2 penyemprotan dengan kosentrasi 50 ml Will Farr/ 500 ml air.
K3 penyemprotan dengan kosentrasi 60 ml Will Farr/ 500 ml air.
K4 penyemprotan dengan kosentrasi 70 ml Will Farr/ 500 ml air.
Variabel Terikat
Yaitu gejala yang muncul dalam pertumbuhan tanaman kangkung.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Tinjauan Umum Tentang Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans L. Foir)
Kangkung adalah tanaman yang tergolong, tanaman yang dapat ditanam pada berbagai musim. Hal ini menyebabkan kangkung dapat ditanam sepanjang tahunbaik musim hujan maupun musim kemarau dengan hasil yang tidak jauh berbeda asalkan pengairan tercukupi.
Secara umum kangkung termasuk suku Convolvulaceae atau keluarga kangkung-kangkungan. Merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Terna semusim dengan panjang 30-50 cm ini merambat pada lumpur dan tempat-tempat yang basah seperti tepi kali, rawa-rawa, atau terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 m di atas permukaan laut (Mimi, Wed, 08 Mar 2006 00:58:42)
Kasifikasi Botani Tanaman Kangkung
Pada klasifikasi botani kita dapat melakukan penelusuran mulai dari defisio, kelas, ordo, family, genus, serta spesies. Devisio merupaka kelompok yang terbesar, sedangkan spesies merupakan kelompok yang terkecil, pada kelompok yang terbesar mempunyai persamaan sifat yang lebih sedikit diantara sesamanya, sedangkan pada kelompok yang makin kecil mempunyai sifat yang lebih banyak adapun klasifikasi sebgai berikut :
Kerajaan : plantae
Divisi : magnoliophyta
Kelas : magnoliopsida
Ordo : solanales
Family : convolvulaceae
Genus : ipomoea
Spesies : ipomoea reptans
(



Jenis-Jenis Kangkung
(Ipomoea reptans L. Foir)
Tanaman kangkung adalah tanaman yang paling banyak di konsumsi oleh masyarakat karena tanaman ini mudah di dapatkan baik di darat maupun di air, Tanaman bernama Latin Ipomoea reptans L. Foir ini terdiri dan dua varietas yaitu
Kangkung Darat
kangkung darat hidupnya bertempat didarat dan tumbuh karena ditanam oleh para petani. Kangkung darat memiliki ciri-ciri sebagai berikut, bunga putih bersih, berbatang dan berdaun kecil, warna batang putih kehijau-hijauan, biji lebih banyak, membudidayakan dengan cara menggunakan biji.
Kangkung Air
kangkung air ini tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Kangkung ini jarang di konsumsi dari pada kangkung darat. Adapun ciri-ciri kangkung air sebagai berikut, bunga putih kemerah-merahan, berbatang dan berdaun lebih besar, warna batang hijau, biji lebih sedikit dari pada kangkung darat karena kangkung ini di perbanyak lewat setek pucuk batang. (
Sarat Tumbuh Tanaman Kangkung.
Tanaman kangkung bukanlah tanaman asli Indonesia menurut asalnya kangkung ini banyak dibudidiayakan di India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Cina Selatan, Australia, dan Afrika. Di Cina, sayuran ini dikenal sebagai Weng Cai. Di negara Eropa, kangkung biasa disebut Swamp Cabbage, Water Convovulus, atau Water Spinach. Akan tetapi keadaan alam Indonesia dengan iklim, cuaca, serta keadaan tanahnya memungkinkan tanaman luar tersebut dapat dikembangkan dengan baik.
Tanaman kangkung dapat tumbuh dengan baik, baik di tempat yang berhawa panas maupun dingin, sehingga dapat diusahakan di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah (Mimi, Wed, 08 Mar 2006 00:58:42).
Penanaman Kangkung
Tanah yang cocok untuk di Tanami kangkung adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pengairan tercukupi.
Ada dua jenis penanaman yang bisa diusahakan yaitu kering dan basah. Dalam keduanya, sejumlah besar bahan organik (
Manfaat Kangkung
Sayuran kangkung disamping bisa di buat tumis juga bisa di buat sebagai lalap dan kangkung juga berkasiat sebagai anti racun, bisa mengobati berbagai gangguan kesehatan. Manfaat kangkung yang lain adalah sebagai penenang atau (sedatif), mampu membawa zat yang berkasiat ke saluran pencernaan, mempunyai kemampuan menetralkan racun dalam tubuh, dan juga bisa mengobati Mimisan, Sakit kepala, Ambeien, Insomnia, Sakit gigi, Melancarkan air seni, Ketombe, Sembelit, mual bagi ibu hamil, Gusi bengkak, Kulit gatal karena eksim, Digigit lipan (Setiawan Dalimartha.2006). Di samping kangkung bergizi tinggi, Kangkung juga memiliki berbagai kandungan gizi dalam 100 gram kangkung sebagai berikut :
Tabel. 2.1
Kandungan zat-zat dalam 100 gram kangkung
Menambah pengetahuan bagi peneliti di bidang tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir).
Upaya memberikan informasi tentang budidaya tanaman kangkung sebagai bahan pengetahuan mahasiswa dan masyarakat khusunya mahasiswa biologi dan masyarakat petani.
Upaya memberi informasi tanaman kangkung sebagai komoditi bagi masyarakat petani.
Pupuk Will Farr merupakan pupuk yang berbentuk cairan yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas hasil panen, menyuburkan tanah dengan cepat dan aman, membunuh bakteri yang merugikan, memperbanyak daun, dan mempercepat proses terjadinya pengomposan. Pupuk Will Farr merupakan pupuk yang mengandung unsure hara yang diperlukan oleh tanaman (Agung, 2006).
Hipotesis
Ho = tidak ada pengaruh pemupukan atau penyemprotan dengan berbagai kosentrasi pupuk Will Farr terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir).
Hi = terdapat pengaruh pemupukan atau penyemprotan dengan berbagai kosentrasi pupuk Will Farr terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir).

Untuk mengetahui pemberian pupuk Will Farr terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir).
Untuk mengetahui pengaruh kosentrasi yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans L. Foir).
Untuk mengetahui berapa banyak produktivitas hasil panen tanaman kangkung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar