Selasa, 27 Desember 2011

sejarah tamiya

Tamiya yang dikenal sebagai mainan orang dewasa ini sebenarnya merupakan mainan anak-anak yang dimodif sedemikian rupa hingga membuat lajunya kencang. Dan, peralatan serta spare part yang mahal membuat Tamiya ini lebih cocok bila dimainkan oleh orang dewasa.
Perlombaan Tamiya pun sering diadakan sampai hari ini walau sudah tidak sesering dulu lagi. Sebenarnya Tamiya adalah merk mainan yang berbentuk mobil balap ini. Berhubung dulu yang terkenal dan masuk di Indonesia adalah merk Tamiya, maka sampai sekarang mainan ini disebut Tamiya.
Sekarang sudah banyak merk-merk selain Tamiya. Nah berikut ini sejarah kelahiran Tamiya.
1946 : Yoshio Tamiya mendirikan pabrik penggergajian kayu di kota Shizuoka.

1947 : Divisi pembuatan model kit dari kayu dibentuk.

1953 : Pabrik penggergajian ditutup, Tamiya mengkhususkan diri pada pembuatan model kit dari kayu.

1960 : Tamiya, Inc. mulai memproduksi

1968 : Tamiya jadi perusahaan model kit pertama di Jepang yang ikut pameran di Nuremberg Toy Fair, Jerman.

1976 : Tamiya merilis R/C Porche 934 Turbo bertenaga listrik dengan skala 1/12. Rilis ini memacu populeritas mobil radio kontrol.

1977 : Shunsaku Tamiya jadi Presiden dan Pemimpin Eksekutif Tamiya Plastic Model, Co. Seri Mobil Sport mulai dipasarkan.

1981 : Tamiya meluncurkan Seri Sepeda Motor skala 1/12.

1984 : Shunsaku Tamiya diangkat menjadi Presiden dan Pemimpin Eksekutif Tamiya, Inc.

1987 : Mobil “Racing Mini 4WD” skala 1/32 yang diproduksi sejak setahun sebelumnya, mencapai total penjualan 10 juta unit.

1988 : Pendiri Tamiya, Inc., Yoshio Tamiya meninggal dunia pada usia 83 tahun.

1989 : Tamiya Amrica, Inc. didirikan di Los Angeles, California, Amrik. Masih pada tahun yang sama, dibuka cabangnya di Eropa.

1995 : Cabangnya di Filipina didirikan, Tamiya Philipines, Inc.

1996 : Tamiya Kakegawa R/C Circuit dibuka di Kakegawa, Shizuoka, Jepang.


Sejarah Tamiya 4wd

Apakah kamu suka bermain mini 4WD? Atau hanya suka mengoleksinya? Sepertinya kamu juga harus tahu sejarah mainan yang sangat populer ini.
Mini 4WD pertama kali diciptakan oleh perusahaan Tamiya di tahun 1982 berupa mobil mainan plastik bertenaga batere yang punya banyak variasi. Sejak itulah balap dan menyetel mini 4 WD menjadi hobi orang di seluruh dunia. Seperti Aqua untuk air mineral, sampai sekarang pun kita mengidentikkan Tamiya untuk mini 4WD.
Perusahaan lain juga ikut meramaikan pasar mini 4WD, di antaranya Tokyo Marui,KyoshoAcademyAuldeyOkamiGokeyHJHTwink, dan AA. Masing-masing dari mereka memperkenalkan rancangan tersendiri, Sementara beberapa produk masih berupa tiruan dari Tamiya. Tiruan tersebut menjadi alternatif bagi produk Tamiya yang mahal, namun tentu saja dengan kualitas yang tidak setara.
Agar lebih populer, Tamiya menggandeng Shogakukan, perusahaan penerbitan Jepang, untuk membuat seri TV anime bertema mobil Mini 4WD. Judul-judul serinya antara lain: Dash! Yonkuro (1989), Let’s & Go (1996), Let’s & Go WGPLet’s & Go MAX, dan akhirnya Let’s & Go!! Tamiya The Movie. Di tahun 1997, mini 4WD mulai dijual di Amerika Serikat, walaupun beberapa toko memasang track, ketertarikan orang amerika terhadap mainan ini ternyata belum banyak.
Tamiya biasanya menyelenggarakan balapan mini 4WD tahunan bertajuk Great Japan Cup, tapi tidak di tahun 1999, demi promo produk baru bernama Dangun Racer. Model mini 4WD Tamiya paling mutakhir adalah Mini 4Wd Pro, diperkenalkan tahun 2005. Ini adalah produk mini 4Wd yang tercepat, karena sangat efisien, menggunakan rancangan terbaru: bodi dari bahan polycarbonate, batang motor ganda di tengah, dan batere berada di kedua sisi motor untuk keseimbangan pusat gravitasi.


















tamiya pro















Mungkin dilihat sekilas memang seperti mini 4wd biasa tetapi sebenarnya ini adalah mini 4wd produk ini telah dikembangkan sejak tahun 2005,jenis ini memiliki dinamo di tengah dan memiliki titik keseimbangan gravitasi yang tinggi chasisnya juga berbeda dengan yang lain chasis ini terdiri dari chasis pusat chasis depan dan chasis berikut skema chasis ms pro 


contoh dinamo tamiya pro(dualshaft) 



























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar